Beranda Terkini “Anjuran Tatong Untuk Memilih BRANI” — Pitres Sambowadile : Siapa Mengakali Siapa

“Anjuran Tatong Untuk Memilih BRANI” — Pitres Sambowadile : Siapa Mengakali Siapa

206
0

Kotamobagu-DCnews_SEBUAH berita yang dimuat salah satu media massa darin (‘online’) telah menggugah dan mengganggu saya. Berita itu mengurai informasi dari ranah politik lokal Kota Kotamobagu. Judul berita itu: ‘Tatong: Warga Kotamobagu Wajib Hukumnya Pilih Brani menuju DPR-RI 2019’. Sebagai orang yang dalam satu periode berseliweran di ‘belantara’ politik Bolaang Mongondow Raya (BMR), berita itu sontak mengundang kepekaan saya untuk merespons.

Karena itu, saya pun membaca isi berita itu, sekadar hendak memastikan, apakah judul itu memang ‘setali tiga wang’ dengan konten berita itu. Maklum tak jarang, berita media tidak padan antara judul dan isi. Ibaratnya bisa saja terjadi ‘mangga berbuah durian’, yaitu judul bombas itu tidak menggambarkan isi.

Dalam berita itu, Tatong mengeluarkan semacam titah untuk warga kota yang dipimpinnya. ‘Titah’ itu terkait dengan hajatan demokrasi Pileg 2019 nanti. Yang Tatong lakukan jelas problematik. Karena galibnya pada Pileg 2019 warga Kotamobagu bebas dan merdeka memilih calon mereka ke DPR RI. Juga toh ketika itu, tidak pasti apakah Tatong benar dapat mewujudkan titahnya itu. Karena, nasib Tatong sebagai walikota akan ditentukan dalam Pilkada Kotamobagu 2018, atau setahun sebelum Pileg.
Terlepas dari apapun nanti hasil Pilkada Kotamobagu 2018, yang jelas Tatong telah memandu agar pemilih Kotamobagu wajib memilih Brani. Ini nama merek khas untuk figur Benny Rhamdani.

Secara hakiki, ‘titah’ atau imbauan itu pantas dicurigai merupakan produk dari pemahaman Tatong yang ringkih soal pemilu. Yaitu merupajan gambaran pemahaman politiknya yang bersifat monolitik. Pemahaman khas zaman kebulatan-tekad zaman Soeharto. Pengkerangkengan pilihan yang musti-dan harus-monolitik atau yang wajib-hukum monolitik itu bertentangan dengan dasar hakiki dari substansi pemilu. Karena dalam konsep pemilu modern, jaminan kebebasan atau kemerdekaan pemilih adalah niscaya.
Kemerdekaan pemilih adalah pondasi dari konstruksi logika atau ‘reason d’etre’ dari pelaksanaan pemilu. Pemilu standar menjamin adanya azas ‘bebas’, di samping azas-azas lainnya, yaitu ‘langsung, umum, rahasia, jujur dan adil’. Kata ‘bebas’ itu sebaiknya mulai kita terjemahan sebagai ‘merdeka’.

Tentu pemahaman Tatong ihwal pemilu ini tak dapat ditimpakan sebagai kesalahan Brani. Malah sebaliknya, sosok Brani ini dalam semua hajatan pemilunya terbukti merupakan sosok petarung pemilu legislatif yang selalu mampu keluar sebagai ‘calon terpilih’ atas dasar jerih payah, daya juang dan konsistensi sikapnya terhadap para konstituennya. Karir politik Brani selalu diwarnai oleh upayanya mengatasi hambatan, tantangan dan rintangan, bukan hasil dari proses fasilitasi katabelece politik.
Pokok soal kedua yang pantas juga dikuak dari berita ini adalah ‘Tuluskah niat Tatong hendak mendukung Brani ke DPR RI pada pileg 2019 nanti?’ Sebuah niat yang disebut oleh Tatong agar Brani dapat mengganti figur Yasti Soepredjo Mokoagow ke DPR-RI. Memang Yasti telah berganti haluan kini berkarir sebagai seorang bupati.

Saya, jelas tidak percaya pada ungkapan Tatong nan manis berpotensi ‘diabetes’ itu. Mengapa?
Pertama, karena logika pencalonan dan proses keterpilihan seseorang ke DPR-RI calon niscaya harus lewat jalur partai politik. Lain halnya, dengan pencalonan Brani sebelumnya ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang bersifat dukungan perseorangan. Karena itu, pernyataan Tatong itu mesti dikritisi dari perspektif dukungannya ke Brani dalam kesatuan paket dengan partai Hanura yang ikut dikelola Brani. Pada situasi ini muncul banyak pertanyaan lain: ‘Benarkah titah dukungan yang diujarkan Tatong itu tulus dan riil?’

Saya tidak mau menyebut kembali bahwa ungkapan Tatong itu ‘bohong’.
Tetapi mari kita bandingkan dukungan Tatong pada Brani (Hanura) itu dalam kaitan dengan dukungan yang sebelumnya sudah dibuat oleh Tatong untuk pihak partai lain. Di antaranya, komitmen yang sudah dia ungkapkan pada jajaran petinggi PAN, partai yang memberi Tatong dan Yasti jalan pencalonan di masa lalu. Sekaligus partai yang sejatinya paling banyak mendapat perhatian serta investasi politik kedua perempuan ini.

Tatong menurut sebuah sumber petinggi PAN sebelumnya sudah berkomitmen akan membesarkan partai ini pada Pileg 2019. Tatong akang mengembangbiakkan capaian PAN di lembaga perwakilan lokal, provinsi dan nasional. Komitmen ini jelas akan ditagih nanti setelah PAN mendukungnya dalam pencalonan Walikota Pilkada Kotamobagu 2018.

Komitmen itu bagi partai-partai papan tengah, semacam PAN, penting dalam menghalau kerisauan para elitnya terkait dengan kepastian prosentasi angka raihan mereka pada Pileg 2019 yang harus melewati batas ambang electoral threshold dan parliamentary threshold. Jelas PAN tidak mau ditelikung Tatong soal ini. Tatong sudah berkali berkomitmen. Pernah di waktu lalu beredar di kalangan PAN bahwa Kamran Muchtar-lah figur yang akan diplotkan menjadi pengganti Yasti ke DPR-RI.

Pertanyaan berikutnya muncul, karena Tatong juga resmi sudah berkomitmen hendak membesarkan PDI Perjuangan. Itu merupakan komitmen politis yang dibuatnya setelah dia mendaftar di partai terbesar ini jelang kontes Pilkada Kotamobagu 2018. PDI Perjuangan telah memberikan hak tunggal pencalonan ke posisi Walikota Kotamobagu padanya. Sebuah fasilitas politik yang istimewa. Sebagai gambaran dari imbalnya, Tatong pasca pendaftaran di kantor DPD PDI Perjuangan Sulut memaparkan komitmen mendukung agenda politik PDI Perjuangan.

Nah terkait dengan pihak PDI Perjuangan. Nyata bahwa pernyataan manis Tatong bagi Brani itu serta merta berimplikasi pada elektabilitas Herson Mayulu, sebagai calon yang paling getol kini hendak melenggang ke Senayan pada Pileg 2019. Herson telah menjalankan mesin politiknya jauh-jauh hari sebelum persiapan Pileg 2019 dilakukan lembaga-lembaga penyelenggara.

Herson dan Brani kini sedang ‘head to head’ berkontestasi memperebutkan suara BMR untuk memperoleh tiket ke DPR-RI. Dalam konteks ini, fasilitasi Tatong untuk Brani yang dijanjikan itu adalah tohokan ke dada Herson.

Selanjutnya, ‘’Apakah Brani, sebagai politisi kawakan, akan mempercayai pernyataan Tatong itu? Ini sungguh pertanyaan penting. Sayangnya, sejauh ini saya baru bisa sekadar menjamin bahwa Brani pasti sudah membaca gelagat dari pernyataan Tatong itu. Brani tahu pernyataan itu terkait dengan kepentingan pencalonan Tatong pada Pilkada Kotamobagu sebagai calon petahana yang perlu dibantu secara politis oleh Brani + Hanura.

Bisa saja Brani mempercayai janji dukungan Tatong itu, sebagai sebuah imbalan nanati untuk dukungan Brani bagi Tatong pada Pilkada Kotamobagu 2018. Dalam Pilkada Kotamobagu 2018 kali ini, jelas Brani bukanlah figur sembarang. Karena dalam catatan survei Agustus lalu, Brani merupakan figur dalam kelompok elektabilitas empat besar. Karena itu, ayunan (swing) dari para pemilihnya penting dalam rangka membangun angka elektabilitas Tatong yang lebih besar dan menang.

Saya menduga pertautan kepentingan antara Tatong dan Brani sewaktu-waktu dapat terjalin. Sekurangnya secara faktual saya dapat merujuk pada fakta pada Pilwako Kotamobagu sebelumnya. Kala itu Brani membela Tatong. Dalam konteks ini, pernyataan Tatong yang mewajibkan warga Kotamobagu mendukung Brani pantas dipahami sebagai tawaran komitmen baru Tatong pada Brani untuk mendukungnya kembali. Sejujurnya, untuk respon dukungan Brani pada Tatong di Pilkada Kotamobagu 2018 sejauh ini belum jelas, apalagi eksak.

Karena itu, terkait agenda politik keduanya pada waktu hajatan pilkada dan pileg yang berurutan waktunya itu akan kita lihat ‘siapa yang mengakali siapa’. Dugaan sementara saya, dapat saja terjadi pada Pilkada Kotamobagu 2018 kembali akan tersebar baliho khas yang berbunyi: ‘’Sorga di Bawah Telapak Kaki Bunda’’. Ini baliho khas dukungan Brani di Pilkada Kotamobagu sebelumnya. Jika dukungan Brani itu terwujud, kita akan lihat apakah kemudian Tatong akan memenuhi agenda politik Brani dan Hanura? Atau memenuhi target PAN dan PDI Perjuangan. Akankah Brani diakali?///

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini