Beranda Terkini Data Kandidat Independent Mengendap Selama 25 Hari, Netralitas KPU di Uji

Data Kandidat Independent Mengendap Selama 25 Hari, Netralitas KPU di Uji

185
0

Kotamobagu-DCnews_Sesuai keputusan KPU KK no.43/pl.03.2-KTP/7174/KTP-kot/IX/2017, tentang perubahan keputusan KPU KK no.09/pl.03.2-KTP/1774/KPU-kot/IX/2017 tentag rekapitulasi DPT pemilu pemilihan terakhir sebagai dasar penghitungan syarat dukungan pasangan calon perseorangan pada pemilihan walikota dan wakil walikota 2018 ditanggapi salah satu alumni Mahasiswa kota Ilmu (Jogjakarta) Awie Hasan Sabtu 18/11/2017.Pasalnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kotamobagu pada tanggal 25 hingga 29 November 2017 akan membuka pendaftaran melalui jalur perseorangan (Independent).Sebagaimana yang diungkapkan salah satu komisioner KPU KK,Amir Halatan S.Sos bahwa untuk pasangan calon yang akan mendaftar nanti agar menyiapkan berkas persyaratan yakni, jumlah dukungan sebanyak 8.681 yang tersebar di empat kecamatan yang ada di Kotamobagu.

“Ketika pasangan perseorangan mendaftarkan dukungannya ke kpu pada tgl 25-29 November baik soft copy maupun hard copynya, maka data dukungan ktp pasangan calon mengendap lama di KPU kurang lebih 25 hari”,ucap Awi.

Lanjutnya,sebelum dilakukan verifikasi faktual oleh KPU melalui PPS, apakah KPU bisa menjamin data itu tidak akan menguap dan diketahui oleh lawan politik, sehingga pada saat ferifikasi faktual terhadap dukungan
pasangan,akhirnya banyak yang akan menarik diri karena telah digembosi berdasarkan data yg telah diserahkan ke KPU.

“Disinilah independensi KPU di uji,karena Soft copy ataupun hard copy yang berisi data dari kandidat independen mengendap selama 25 hari,bisa jadi ada upaya kandidat lain untuk mencari tau ktp-ktp yang masuk,dan melakukan konfrontasi ke pemilik KTP agar menarik dukungannya,tegas Awi.

Selanjutnya,kendaraan independent adalah momok yang sangat di takuti partai politik,karena ketika menang maka para pelaku politik dari jalur partai akang lemah pengaruhnya di mata pemimpin yang naik dari kendaraan independet.

“Bisa jadi aturan yang di terapkan adalah strategi penjegalan terhadap calon independent”,tutupnya.//prd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini