Beranda Terkini Dari Papa Minta-Minta Menuju Anak Jual Oto Dinas Berbuntut ke “Nikah Kontrak”

Dari Papa Minta-Minta Menuju Anak Jual Oto Dinas Berbuntut ke “Nikah Kontrak”

192
0

Bolmong-DCnews_Istilah “Papa Minta-minta” dan ” Anak Jual Kendaraan dinas” beberapa akhir ini, terus menjadi viral di media sosial (Medsos). Bahkan, para publik figur yang duduk di DPRD Bolmong, tak ketinggalan untuk melakukan cuitannya di facebook.Cuitan demi cuitan terus berlanjut hingga melibatkan para penggiat Facebook. Seperti akun facebook bernama Syabhran Dino Mamonto, milik salah satu warga Bolaang Mongondow Raya. Komentarnya di facebook milik Parindo Potabuga yang berjudul “Berkoar di media,bermain opini,membuat cerita bah seorang hero ternyata menurut Ketua DPR D Bolmong itu hanyalan NGELANTUR” Disertai Lampiran Berita DCnews telah menjadi perhatian publik. Status yang mendapatkan komentar sejumlah 126 dan 47 menyukai memang sedikit bicara tentang kisruh yang terjadi di Internal DPR D Bolaang Mongondow.

Berikut cuitan/komentar dari akun milik syabhran dino mamonto.

“ sabantar lagi somo heboh dengan judul baru UYO DAN ABA MENIKAH LAGI DI PULAU JAWA menikah sistem kontrak terhadap wanita2 disana yg ber bandrol 25-30 juta per 3 bulan”.

Kembali dia berkomentar di kolom yang lain.

“dapa inga skali eeyy ini uyo Moh syahrudin Mokoagow New ahun 2015 so abis kasana doi kong so galau tingkat dewa dpe laste oto dinas dia jual 10 juta kasiang pa nyong di pantura,abis kasana itu doi dia so galau lagi karena so tidak ada oto.auhh kasiang uwti kabag risalah pe oto dia rampas dua taong dia pake sampe ada penarikan karena so terbit itu pp 18 kalo belum terbit belum dia mo kase pulang itu oto rush plat merah’’.

Komentar mamonto sontak saja membuat para penggiat facebook masuk dan berkomentar.

Nampak dalam kolom selanjutnya ada akun atas nama supredjo winangun.

‘’ini harga oto patut di curigai,,harga oto 10 jt harga nda wajar,,kage oto curian,,dua2 kena pasal,,penjual pembeli,,lebe gawat ini masalah dewan’.

Lanjut masuk komentar akun atas nama jani rondonuwu.

“ kalo molia,dapa samua dia pe peran di dalam.so baku angka teru,dapa dua-dua ini’’.

Diketahui balas membalas cuitan di media sosial bermula dari adanya opini tentang ketua dewan yang enggan menanda tangani Dokumen APBD karena dianggap telah menyalahi aturan dan
berpotensi pidana.

Persoalan balas membalas cuitan di media sosial Pun ditanggapi serius oleh praktisi hukum Muda asal Bolaang Mongondow Yosie Monoarfa.
Menurutnya apa yang dipersangkakan oleh penggiat facebook entah benar atau salah,pihak berwajib ataupun LSM wajib untuk menelusuri kejelasan berita ini.

“Pasal 372 : barang siapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagaimana yang dimaksud kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan karena dihukum karena penggelapan,dengan hukuman penjara selama – lamanya empat tahun atau denda se banyak-banyaknya Rp 900 juta.

Lanjutnya,banyak kalangan mengira bahwa KUHP adalah lex generalis yang mungkin tidak berlaku di kalangan pemerintahan apabila hal tertentu yang di atus secara umum oleh KUHP di atas oleh lex spesialis seperti UU Keuangan Negara.

“Tujuan pengaturan khusus pada lex spesialis adalah untuk meningkatkan ketepatan pengaturan per UU,bukan menurunkan kualitas sesuatu lx generalis atau’ membelokan ! suatu tanda umum pada lex generalis”,tutupnya.//prd

Catatan : berita ini masih perlu konfirmasi ke pihak yang disangkakan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini