Beranda Terkini Di Masa OSO,Anggota Dewan Wajib Menyetor 50% Dari Gaji Yang Diperoleh

Di Masa OSO,Anggota Dewan Wajib Menyetor 50% Dari Gaji Yang Diperoleh

187
0

Jakarta-Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Barat Marlis menilai sejumlah program di era kepemimpinan Oesman Sapta Odang (OSO) memberatkan kader partai yang masuk di ranah legislatif, khususnya daerah. Dia mengatakan, selama OSO memimpin partai, anggota Dewan dari Fraksi Hanura harus menyetorkan dana 50 persen dari gaji yang diperoleh.

“Kami anggota DRPD seluruh Indonesia itu mengirim dana ke pusat itu 50 persen dari gaji anggota Dewan. Itu dipotong,” kata Marlis di kantor DPP Partai Hanura, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (16/1/2018).

Selain uang bulanan dari gaji Dewan, setiap anggota Dewan diwajibkan menyumbang dana partisipasi. Marlis, yang merupakan anggota DPRD Provinsi Sumbar, menyebut besaran dana partisipasi itu berbeda-beda nilainya, tergantung tingkatan anggota Dewan.

“Ada dana partisipasi, adalah dana yang disumbangkan anggota Dewan berjumlah tertentu sesuai dengan tingkatannya. Kalau DPR RI Rp 200 juta per tahun, DPRD provinsi Rp 50 juta per tahun, kemudian DPRD kabupaten/kota Rp 20 juta per tahun. Itu dibayarkan selama 4 tahun,” ucap Marlis saat dimintai konfirmasi lebih jauh melalui sambungan telepon.

Marlis pun memandang kebijakan tersebut sangat memberatkan kader-kader yang menjadi anggota Dewan, terutama di daerah. Selain memberatkan, menurutnya, dana-dana itu juga tak jelas apa kegunaannya.

Detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini