Beranda Terkini Lagi ,Mahar Politik Menjadi Tolak Ukur ‘Dapat atau Tidak” Rekomendasi Partai

Lagi ,Mahar Politik Menjadi Tolak Ukur ‘Dapat atau Tidak” Rekomendasi Partai

157
0

Politik– Beberapa waktu lalu Dedi sempat mengatakan DPP Golkar akan melakukan investigasi. Hal itu, kata Dedi, tersirat dari ucapan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily.

“Kan yang berkepentingan bukan saya, yang berkepentingan DPP, DPP yang harus tuntaskan masalah. Kami tunggu keinginan DPP seperti apa,” kata Dedi di bilangan Cikini Jakarta Selatan 19/1/2018.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sedang mengkaji kemungkinan untuk memanggil Dedi. Jika terwujud, pemanggilan Dedi akan dilakukan Bawaslu Provinsi Jawa Barat.

“Kami sudah mengobrol dengan Bawaslu Jawa Barat, sedang dikaji (Dedi) untuk dipanggil. Kami sedang menguatkan prosesnya, apakah dipanggil di Jawa Barat, memanggil untuk klarifikasi,” ujar Komisioner Bawaslu RI Muhammad Afifuddin di kantor lembaga Kode Inisiatif, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (4/10) lalu.

Menurut Afifuddin lebih baik bila ada aduan masyarakat terkait pernyataan Dedi. Jika aduan diterima, pengawas pemilu disebut dapat bergerak lebih leluasa.

Dedi Mulyadi mengaku pernah diminta uang Rp10 miliar oleh orang yang mengaku dekat dengan elite DPP Golkar agar mendapatkan rekomendasi dukungan sebagai bakal calon gubernur dalam Pilgub Jabar 2018. Bupati Purwakarta dua periode itu mengaku menolak permintaan mahar itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini