Beranda Terkini Waww !! Kasus Pemecah Ombak di Minut Akan Melahirkan Tersangka Baru

Waww !! Kasus Pemecah Ombak di Minut Akan Melahirkan Tersangka Baru

220
0

Manado-DCnews_Kasus Dugaan adanya praktek korupsi dalam proyek pemecah ombak di Minahasa Utara nampaknya akan memasuki babak baru.Pasalnya salah satu tersangka akan buka mulut tentang dugaan adanya keterlibatan salah satu petinggi di pemerintahan Minahasa Utara.

Frangky Weku SH selaku Kuasa Hukum tersangka ,Kemarin 26/1/2018 menyatakan kliennya dalam melaksanakan tugas semuanya atas perintah atasan.

“Dia (red tersangka) melaksanakan tugas atas dasar perintah.Hierarkinya kan diatas Kadis masih ada pimpinan”,ujar weku di dampingi Reynaldi SH.

Lanjut,jika keterengan Weku di atas kadis masih ada yang lebih tinggi dan berkompeten maka akan terang benderang siapa yang memerintahkan itu sampai terjadi dan bagaimana proses keuangan itu berlangsung.
Tapi Meski demikian, Weku enggan mengatakan siapa oknum atasan yang disebutkan kliennya dalam BAP.

“Semuanya nanti kita lihat di Persidangan,” tukas Weku.

Dari pantauan wartawan, Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara yang diketuai Jaksa Erwin Purba SH MH, menyerahkan tiga tersangka dan barang bukti perkara dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Desa Likupang, Kamis (25/1) kemarin sekitar pukul 12.00 Wita.

Assisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulut, Mohammad Rawi SH MH didampingi Kasie Penkum, Yoni Malaka SH kepada wartawan menjelaskan, tiga Tersangka yang diserahkan yaitu RT mantan Kepala BPBD Kabupaten Minut tahun anggaran 2016 yang juga selaku KPA, SHS selaku PPK dan RM selaku Direktur PT. MMM pelaksana pekerjaan.

Penyerahan tersangka tersebut dilakukan setelah Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara menyatakan perkara tersebut telah lengkap (terpenuhi syarat formil dan materiil) dan di P-21.

Perbuatan para tersangka menyebabkan Negara dirugikan sebesar Rp. 8,8 Milyar rupiah sesuai hasil perhitungan kerugian Negara dari BPKP Perwakilan Sulawesi Utara.

Dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp. 8,8 Milyar rupiah tersebut, para tersangka diduga telah menyalahgunakan wewenang dan melawan hukum dalam pekerjaan proyek pemecah ombak/penimbunan pantai di Desa Likupang pada BPBD Minut tahun anggaran 2016 dengan pagu anggaran sebesar Rp.15 milyar rupiah.//prd

Sumber : Lidik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini