Beranda Berita Utama Kenapa Vonnie Anneke Panambunan (VAP) Diduga Terlibat Dalam Kasus Proyek Pemecah Ombak...

Kenapa Vonnie Anneke Panambunan (VAP) Diduga Terlibat Dalam Kasus Proyek Pemecah Ombak ? Ini Jawabannya

498
0

Hukum-DCnews_Kasus Proyek Pemecah Ombak Likupang Timur yang telah mengakibatkan kerugian Negara sebesar 15.299.159.300 nampaknya semakin menarik untuk di telisik.Pasalnya dalam uraian dakwaan Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Manado No Reg.PDS,R.116/FT.1/01/2018 yang terungkap dalam fakta persidangan pada hari Selasa (13/2/2018) di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi di Manado sebagaimana yang dikutip dari media harian Komentar tertanggal 14/2/2018,bahwa dari nilai kerugian Uang Negara sebesar 8,8 Milyar,Oknum Vonnie Anneke Panambunan (VAP) selaku Bupati Minahasa Utara diduga menerima aliran dana sekira Rp 8,3 Milyar.

Namun dalam dakwaan tersebut,yang masuk dalam kategori Tersangka hanya dr.Rosa M.Tidayoh selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek tersebut yang terindikasi menerima uang Rp 100.Juta.Juga Robby Maukar selaku penyedia jasa ditetapkan Tersangka karena diduga telah menerima uang sebesar Rp 348 juta.Sedangkan VAP selaku Bupati Minut .yang mengajukan Proposal kepada Kepala Badan Dana Siap Pakai (DSP) Siaga darurat Bencana Banjir dan Longsor dan juga Oknum yang mengeluarkan Surat Keputusan tentang Penetapan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Banjir. malah Tidak ditetapkan sebagai Tersangka Oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

VAP selaku Bupati Minut yang mengajukan Proposal kegiatan siaga darurat banjir dan tanah longsor di Minahasa Utara pada Tahun 2016.VAP juga yang mengeluarkan SK dengan No : 68 Tahun 2016.Kenapa Tim Penyidik Kejasaan Tinggi Negeri Manado tidak menetapkan Dia (VAP red) sebagai tersangka.Ada Apa ?” tanya Ketua LSM Minut Conection,Noldy Awuy.

Bahkan tambah Noldy,berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pembangunan Perwakilan di Sulawesi Utara,dalam Proyek Tanggul Penahan Ombak yang berbandrol Rp 15.299.300 Negara mengalami kerugian sebesar 8,8 Milyar.Sedangkan kedua tersangka dalam fakta persidangan hanya menerima Total Rp 448 juta.

“Kedua tersangka jika ditotal hanya menerima Rp 448 juta,sedangkan BPK menyatakan bahwa kerugian Negara sebesar 8,8 Milyar.Nah merujuk dari uang yang telah diterima oleh kedua tersangka dan dikurangi dengan Total kerugian Negara,maka sisahnya kemana ?” lagi ,tanya Noldy untuk memperkuat dugaan keterlibatan VAP.

Secara terpisah,salah satu Tokoh Pemerhati yang gencar mengkritisi VAP di media sosial,Hendra Jakop meng aminkan pernyataan Ketua LSM Minut Conection,Noldy Awuy.

“Ditangan kami ada bukti-bukti kongkrit tentang keterlibatan Bupati Minut,Vonnia Anneke Panambunan (VAP).Bahkan copyan Dakwaan pun sudah kami kantongi dan pelajari.Ada beberapa poin yang kami nilai kontradiktif yang se akan menauhkan VAP dari masalah Proyek Pemecah Ombak.Nanti akan kami serahkan ke awak media biar dipelajari ber sama-sama’’,ucap Hendra.

 

Diketahui dari beberapa pemberitaan media DCnews,belum ada klarifikasi dari Pihak VAP.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini