Beranda Berita Utama Laskar Manguni Indonesia Kepung KPK dan Kejaksaan Agung

Laskar Manguni Indonesia Kepung KPK dan Kejaksaan Agung

680
0

Jakarta-DCnews_Organisasi Masyarakat Adat LASKAR MANGUNI INDONESIA yang berkedudukan di Sulawesi Utara bersama dengan LSM Minut Connection ,Kamis2/2018 dengan membawa masa sekira 300 orang mengepung Kejaksaan Agung dan KPK yang bertempat di Jakarta.

Sekira pukul 09.00 WIB,masa aksi yang dipimpin langsung ketua umum LMI,Hanny Pantouw mulai melakukan orasi di Kejaksaan Agung.

Dalam orasinya Hanny meminta kepada pihak Kejagung untuk meng-Intruksikan Kejaksaan Tinggi Manado mengusut tuntas Aktor Intelektual dibalik kasus Penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) Siaga Darurat Bencana Banjir dan Longsor yang berbandrol Rp 20.399.159.300 yang bersumber dari DIPA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI. No :SPDIPA-103.01.1.658521/2016.Kemudian Rp 15.299.159.300 di alokasikan ke proyek pemecah ombak di Likupang Timur.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Perwakilan di Sulawesi Utara terindikasi merugikan keuangan negara sebesar Rp 8,8 Milyar.

“Dalam dakwaan perkara kasus pemecah ombak ,ada dua nama yang diduga kuat aktor intelektual dibalik kerugian negara sebesar 8,8Milyar. Mereka adalah Vonny Aneke Panambunan (VAP) dan Rio Permana Mandagi”,ucap Hanny dalam orasinya .

Dalam orasi lainnya,Hendra Jakop meminta kepada pihak Kejagung untuk memantau kinerja Kejaksaan Tinggi Manado agar tidak pandang bulu dalam melaksanakan proses hukum kasus pemecah ombak.

“Ada kejanggalan-kejanggalan atas Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Korupsi Proyek Tanggul Penahanan Ombak Likupang dua yang proses Penyidikannya ditangani oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara”,teriak Hendra dalam orasinya sembari meng intruksikan masa aksi lanjut ke KPK.

Pukul 11.00 wib ,masa aksi LMI dan LSM Minut Connection tiba di depan lembaga anti rasua (KPK).

Di KPK,para orator mendesak KPK untuk segera memeriksa Vonny Aneke Panambunan dan Rio Permana Mandagi yang diduga kuat aktor intelektual dibalik kerugian negara senilai 8.8 Milyar.

“Ungkap dan Telusuri pihak-pihak yang terlibat dalam kasus Tindak Pidana Korupsi Proyek Tanggul Penahan Ombak Likupang Dua.Apalagi kasus ini sudah menyeret dua tersangka,karenanya ini adalah pintu masuk KPK melakukan penyelidikan secara khusus”,tegas Hanny.

Sekira satu jam melakukan orasi di depan KPK,akhirnya para demonstran dipersilahkan masuk ke ruangan Humas KPK.

Sampai dengan berita ini diturunkan belum diketahui hasil dari pertemuan antara pihak Humas KPK dan perwakilan demonstran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini