Beranda Berita Utama Fuad Mengaku Didepan Majelis, Musly Mendikte Pemilih

Fuad Mengaku Didepan Majelis, Musly Mendikte Pemilih

444
0

KOTAMOBAGU— Pengaduan yang layangkan LSM Gempur terkait adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Kotamobagu, disidangkan pada Kamis (26/4/2017) pekan ini. Dimana dalam fakta persidangan seperti yang dituturkan Fuad Syah, selaku LO pasangan Jainuddin Damopolii-Suharjo Makalalag (Jadi-Jo), dirinya bersaksi terkait adanya dugaan tersebut di hadapan majelis sidang.

Dalam kesaksiannya dibawah sumpah, dirinya melihat Ketua Panwas Musly Mokoginta, diduga mendikte bahkan terkesan mengintimidasi dan mengarahkan pemilih pemberi dukungan, untuk menarik dukungan kepada pasangan independen.

‘’Bahkan beliau (Musly) langsung mengarahkan agar pemilih mengisi formulir BA5KWK. Dan saya pada saat itu selaku LO atau tim penghubung tingkat desa/kelurahan merasa terancam karena bukan lagi PPS yang melakukan verifikasi. Tapi sudah langsung Ketua Panwas kan jadi rancuh,’’ ujar Fuad, saat menceritakan kembali apa yang disampaikannya saat sidang.

Bahkan menurut Fuad, pada saat sidang dirinya menunjuk langsung ke arah wajah Musly saat meberikan kesaksian. Bahkan menurut Fuad, pada saat verifikasi dirinya sempat diusir keluar dari rumah pemilih.

‘’Dia sempat user pa kita kaluar dari dalam rumah (Ketua Panwas sempat mengusir saya keluar dari rumah melalui polisi yang saat itu melakukan pengamanan,’’ ujar Fuad, sembari menunjuk Musly.

Ketua LSM Gempur Robiyanto Suid, ketika dikonfirmasi kembali menjelaskan kedudukannya dalam perkara ini. Menurut mantan komisioner KPU Kota Kotamobagu, kapasitas dirinya sebagai pelapor adalah adanya laporan yang masuk ke LSMnya soal dugaan intimidasi warga masyarakat yang tidak menerima hak politiknya yang terkesan dipasung.

‘’Karena ini adalah bentuk pemasungan hak orang dalam menentukan pilihan. Maka kami wajib untuk kemudian melaporkan tindakan semenah-menah dari penyelengarah Pemilu,’’ ujar Obby sapaan akrab Robiyanto.

Terkait adanya tudingan bahwa seharunya dirinya tidak masuk ranah politik karena kapasitas sebagai pendamping desa. Obby secara tegas mengaku bahwa apa yang dilakukan pihaknya saat ini adalah diluar kapasitasnya sebagai pendamping desa.

‘’Sekarang sangat aneh ketika saya berbicara sebagai LSM yang mengadvokasi hak rakyat kok, dikaitkan dengan pekerjaan saya sebagai pendamping desa. Meski terkait penilaian itu saya serahkan kepada tingkat diatas saya,’’ kata Obby.

Sementara itu,ketua panwas kotamobagu ketika dihubungi awak media melalui via whatsapp 08234720xxxx untuk dimintakan konfirmasi,belum bisa terhubung.

Sampai dengan berita ini diturunkan,awak media masih berupaya melalukakan konfirmasi untuk meminta jawaban.//prd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini