Beranda Berita Utama Kredibelitas Timsel KPU Propinsi Dipertanyakan ! Satu Calon KPU Manado Yang Pernah...

Kredibelitas Timsel KPU Propinsi Dipertanyakan ! Satu Calon KPU Manado Yang Pernah Dipecat di PPK Bertahan 12 Besar

362
0

MANADO-DCnews_Sebagaimana dirilis dari media online lensa sulut,bahwa Kredibelitas proses seleksi calon Komisioner Pemiluhan Umum (KPU) Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara, perlu dipertanyakan. Kinerja tim seleksi (Timsel) dibawah komando Dr Jhon Taroreoh beranggotakan Ferry Liando, Fitri Latif, Wahyudin Ukoli serta La Ode Anzal, dinilai syarat kepentingan.

Terbukti, sejak pelaksanaan pengumuman berkas hingga proses CAT pada 26 Maret 2018 lalu, ada beberapa peserta yang selayaknya tidak lolos namun lolos.

Dan teranyar adalah, terkait salah satu peserta calon KPU Kota Manado yang kini berada di 14 besar, bernama Muchamad Burhanudin, SPd, ternyata yang bersangkutan pernah dipecat oleh KPU Kota Manado pada tahun 2010 sewaktu dirinya dipercayakan menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Wanea.

Tak hanya Muchamad Burhanudin, dalam amara putusan PTUN Manado dan dipublikasikan Mahkamah Agung (MA), ada sekitar 14 orang sudah termasuk anggota dan ketua PPK di Kota Manado, ikut kena imbas pemecatan sebagai penyelenggara. Dalam putusan tersebut, pemecatan yang dilakukan KPU Manado terhadap Muchamad Burhanudin berdasarkan Surat Keputusan (SK) KPU Kota Manado bernomor 24/kpts/KPU-Mdo/023/2010 tertanggal 06 September.

Berangkat atas putusan itu, sejumlah masyarakat menilai, kinerja Timsel dalam seleksi KPU Kabupaten/Kota di Sulut kali ini perlu dievaluasi. Kritikan itu disampaikan David Pesik, salah satu masyarakat Kota Manado. Menurutnya, secara jelas dalam aturan menyataka bahwa orang yang wajib ikut dalam seleksi adalah bersih dan tak pernah dipecat sebagai penyelenggara.

“Namun faktanya ada mantan penyelenggara yang sudah pernah menjabat sebagai PPK pada 2010 dan dipecat. Tapi masih diikutkan sebagai peserta dalam seleksi kali ini, bahkan sudah tembus di 14 besar,” kritiknya, Mingu (08/04/2018).

Soal ini, hingga berita dirilis LensaSulu.com pihak Timsel yang dikoordinair Dr Jhon Taroreh, belum berhasil dikonfirmasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini