Beranda Berita Utama 2 Tokoh Adat di Kotamobagu Sebut Odi-odi Bisa Berbalik

2 Tokoh Adat di Kotamobagu Sebut Odi-odi Bisa Berbalik

535
0

Kotamobagu -Dcnews_ Kampanye dialogis terakhir pasangan nomor urut 2 Jainuddin Damopolii-Suharjo Makalalag (Jadi-Jo), yang di laksanakan di Lapangan Boki hotinimbang, Senin (14/5/2018) kemarin menyisakan sisi menarik terkait pemaparan 2 tokoh lembaga adat di Kotamobagu. Hal ini terkait Odi-odi yang sempat menjadi viral di media sosial, dan diperbincangkan khalayak ramai di Kotamobagu.

Longki Mokoginta, Tokoh lembaga adat Desa Tabang Kecamatan Kotamobagu Selatan, saat diberikan kesempatan berorasi menjelaskan mekanisme odi-odi atau ritual leluhur Bolaang Mongondow yang tidak segampang itu dilakukan.

“Odi-odi itu tidak sembarangan dilakukan oleh kita selaku masyarakat yang mengaku sebagai Ompu leluhur,karena yang melaksanakan proses odi-odi juga bisa kenak ketika hal yang menjadi persoalan tidak terbukti,” jelas Mokoginta .

Bahkan lanjut Mokoginta,odi-odi juga akan berbalik kenak ke orang yang menyuruh untuk melakukan proses ritual kemongondowan tersebut.

‘’Yang menyuruh akan kenak imbasnya juga ketika yang jadi pokok masalah tidak terbukti,Pun kalau memang itu terbukti maka yang di odi-odi pasti akan kenak kutukan dari mereka yang merasa telah terdzolimi’’,terangnya.

Senada dikatakan tokoh adat Kelurahan Mogolaing Kecamata Kotamobagu Barat,Ati Ginoga.

Ginoga juga menjelaskan apa makna odi-odi menurut pemahaman adat dan istiadat bolaang mogondow.

“Odi-odi itu adalah langkah terakhir apabila kita sudah dalam keadaan butuh,itupun jika dibutuhkan maka dilakukan.Karena kita tidak bisa sembarangan menggunakam ritual para leluhur.Jika pihak berwajib masih bisa menyelesaikan maka percayakan kepada mereka,jangan langsung menggunakan odi-odi sebagai alat mengutuk orang yang tidak kita senangi’’,tutup Ginoga. (prd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini