Beranda Berita Utama Benny Rhamdani Masuk Daftar ‘Aktivis Nasional’ Era 90an

Benny Rhamdani Masuk Daftar ‘Aktivis Nasional’ Era 90an

339
0

Politik–Dari hasil investigasi tiem visi aktivisi 90an, dari 202 Daftar nama aktivis Mahasiswa 1990an  sudah ada 68 nama yang berada di struktur kepartaian dan kemungkinan besar akan ikut ber kontestasi dalam ajang politik 2019 nanti.

Kini, setelah 20 tahun berhentinya Presiden Soeharto, kemana para aktivis mahasiswa era 1990an itu?

Rata-rata ternyata menjadi kaum profesional murni, termasuk menjadi tenaga pengajar di kampus-kampus. Jabatan-jabatan tertinggi di kampus-pun sudah diraih, misalnya Arif Satria, Ketua Senat Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) 1992/1993 yang kini menjadi Rektor IPB.

Mereka berkiprah menjadi diplomat, seperti Bagus Hendraning (Ketua Harian Senat Mahasiswa UI 1993/1994) dan Vitto Tahar (aktivis Senat Mahasiswa UI). Sebagian yang lain muncul di area perbankan, badan usaha milik negara, ataupun swasta. Mereka terus mengejar adagium “tinggal landas”, “millenium ketiga” dan “globalisasi” itu dengan cara masing-masing. Bertarung di fora internasional tentu juga bagian dari kiprah hari ini.

Masalahnya, apakah pikiran-pikiran dari kalangan profesional itu sudah benar-benar bisa diterapkan di lapangan politik praktis, juga pemerintahan? Demokrasi liberal yang diterapkan di Indonesia ternyata memicu sikap pesimisme dan negativisme yang akut. Kalangan politisi dianggap sebagai benalu bagi kemajuan, kesejahteraan dan keadilan yang dicita-citakan mayoritas mahasiswa era 1990-an. Para politikus dianggap sebagai para pembajak dari perjalanan arah reformasi.

Apakah benar demikian?

Guna menapak lagi jejak-jejak perjalanan visi dan misi Indonesia moderen itu, Panitia Nasional Generasi Aktivis Mahasiswa Era 1990an dalam Panggung Politik Nasional Jelang Pemilu 2019 berniat meluncurkan nama-nama politisi yang punya latar belakang aktivis mahasiswa 1990an.

Nama-nama inilah nanti yang diberikan pengawalan oleh kalangan aktivis mahasiswa 1990an yang sama sekali tak berafiliasi atau tak bergabung dengan partai-partai politik. Para aktivis mahasiswa 1990an yang tak ikut bertarung dalam pemilu 2019 ini akan menorehkan “Visi Generasi 1990an untuk Millenium Ketiga” sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Para profesional non-partai-politik ini bakal diundang oleh Panitia Nasional Generasi Aktivis Mahasiswa Era 1990an untuk berdialog secara tematis.

Sesuai dengan aspirasi yang berkembang di akun Facebook ini, dengan ini Sang Gerilya Institute mengeluarkan,202 Aktivis Mahasiswa Era 1990-an yang layak dijadikan Referensi peralihan kepemimpinan politik 20 tahunan Republik Indonesia.

Syarat Utamanya adalah Sedang menjadi anak kuliahan di perguruan tinggi pada era 1990-an dan berusia maksimal 50 Tahun pada tanggal 21 Mei 2019.

Berikutnya Punya afiliasi dengan partai politik peserta pemilu serentak 17 April 2019.Minimal pernah atau masih menjadi pengurus tingkat pusat (nasional) atau bergabung dalam organisasi (sayap) nasional.

Selanjutnya berkemungkinan maju sebagai calon anggota legislatif dalam pemilu 2019 atau maju sebagai calon eksekutif 2018 atau sedang menjabat di eksekutif/legislatif.

Berikut nama-nama yang sudah masuk daftar, namun masih bisa dikoreksi:

1. Abdul Khaliq Ahmad – Partai Perindo.
2. Abdul Wahab Talaohu – Partai Hanura.
3. Ace Hasan Syadzily – Partai Golkar.
4. Achmad Annama – Partai Golkar.
5. Ade Angga – Partai Golkar (Kota Tanjung Pinang).
6. Adian Napitupulu — PDI Perjuangan.
7. Aditya Willy – Partai Nasdem.
8. Ahmad Doli Kurnia – Partai Golkar.
9. Ahmad Riza Patria – Partai Gerindra.
10. Ahmad Rofiq – Partai Perindo.
11. Andi Arief — Partai Demokrat.
12. Andi Budiman – PSI.
13. Andi Saeful Haq – PSI.
14. Andi Sinulingga – Partai Golkar.
15. Andi Soebijakto – Partai Hanura.
16. Angga Wira – Partai Gerindra.
17. Ariyo Bimmo – PSI.
18. Bara Hasibuan – PAN.
19. Benny Rhamdani – Partai Hanura.
20. Bima Arya Sugiarto – PAN.
21. Budiman Sudjatmiko — PDI Perjuangan.
22. Chandra Tirta Wijaya – PAN.
23. Deddy Arianto – Partai Golkar.
24. Deddy Sitorus – PDI Perjuangan.
25. Dita Indah Sari – PKB.
26. Emmy Hafild – Partai Nasdem.
27. Fadli Zon — Partai Gerindra.
28. Fahri Hamzah – PKS.
29. Faisol Reza – PKB.
30. Fitra Arsil – PKS.
31. Gusrizal – Partai Golkar (Prov Jambi).
32. Habiburokhman – Partai Gerindra.
33. Hasreiza (Reiza Patters) – Partai Demokrat.
34. Hasrul Rachman – Partai Golkar.
35. Hengky Irawan – Partai Hanura.
36. Herry Susanto – Partai Gerindra.
37. Imelda Sari – Partai Demokrat.
38. Khalid Zabidi – Partai Golkar.
39. Kokok Dirgantoro – PSI.
40. Latief Siregar – Partai Perindo.
41. M Hanif Dakiri – PKB.
42. M. Sarmuji – Partai Golkar.
43. Martin Manurung – Partai Nasdem.
44. Masinton Pasaribu – PDI Perjuangan.
45. Muhammad Husni Thamrin – Partai Demokrat.
46. Muhammad Lutfi – Partai Golkar.
47. Mustafa Kamal – PKS.
48. Nanang Pujalaksana – PSI.
49. Nico Siahaan – PDIP.
50. Nusron Wahid – Partai Golkar.
51. Pius Lustrilanang – Partai Gerindra.
52. Rama Pratama – PKS.
53. Restu Hapsari – PDI Perjuangan.
54. Saan Mustopha – Partai Nasdem.
55. Sahrin Hamid – PAN.
56. Sarbini – Partai Hanura.
57. Selamat Nurdin – PKS.
58. Sigit Widodo – PSI.
59. Syaed Junaidi Rizaldi – Partai Hanura.
60. Taufik Basari – Partai Nasdem.
61. Taufiqurrahman – Partai Demokrat.
62. Viva Yoga Mauladi – PAN.
63. Wanda Hamidah – Partai Nasdem.
64. Yaqut Cholil Qoumas – PKB.
65. Yasmin Mumtaz – PAN.
66. Yayat Biaro – Partai Golkar.
67. Yuddy Chrisnandi – Partai Golkar.
68. Yusuf Lakaseng – PSI.

Sang Gerilya Institute

Ketua Tim
Indra J Piliang

Sekretaris Tim
Alfanny

(prd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini