Beranda Kotamobagu Aktivis BMR Minta Bawaslu Jangan Bikin SE Membingungkan

Aktivis BMR Minta Bawaslu Jangan Bikin SE Membingungkan

956
0

KOTAMOBAGU– Dampak dari surat edaran (SE) yang dianggap multi tafsir dan menyesatkan, salah satu aktifis asal Bolmong Raya (BMR) Ali Aduka. Meminta agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), tidak membuat SE semacam yang ditandatangani 13 ormas Islam di Indonesia.

“Karena apa?, ternyata tdk berguna dan justru tidak diindahkan oleh Panwas KK. Justru Panwas KK mengaminkan praktek money politik yg berkedok sedekah. Karena mereka menafsirkan lain SE tersebut,” ujar Ali.

Bisa dibayangkan, kata Ali melanjutkan. Pihak kepolisian sudah cukup maksimal untuk melakukan pencegahan praktek money politik dengan melakukan operasi tabgkap tangan (OTT).

“OTT pihak Kepolisian yang di bantu TNI dimentahkan oleh Panwas sendiri bahkan mengabaikan surat edaran bawaslu RI. Ada apa ini apakah memang kurang jelas SE yang ada” tegas Ali.

Menurut dia, yang terjadi di Kotamobagu sangat disayangkan. Hal ini dikarenakan, ketika rakyat menginginkan pesta demokrasi yg JURDIL (jujur dan adil).

“Tapi praktek yang terjadi yang seharusnya Panwas yang seharusnya menjadi garda terdepan untuk memerangi praktek-praktek money politik yang berkedok sedekah malah sebaliknya Panwas kk yang mengaminkannya dan memberi peluang sungguh sangat disayangkan,” ujar Ali.

Kata Ali, bukan menutupi rejeki kaum duafa, akan tetapi sungguhberalasan ketika sedekah yang dipoles untuk kaum duafa tapi yang menerimanya sesungguhnya bukan kaum duafa.

“Atau mungkin Panwas kk tidak tau apa pengertian kaum duafa…?,” Ujarnya.

Terakhir menurut Ali, Pilkada kali ini yang dilaksanakan di Kota Kotamobagu adalah Pilkada yang paling tidak berkualitas. Hal ini dikarenakan adanya praktek-praktek yang diduga sangat tercela, seperti satu-satunya ott yg tdk cukup bukti oleh Panwas pertama kali terjadi Republik ini. (prd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini