Beranda Nasional Ini Alasan Eks Aktivis 98 Dukung Jokowi

Ini Alasan Eks Aktivis 98 Dukung Jokowi

219
0

Jakarta-DCnews– Hampir semua kalangan mempertanyakan soal dukungan politik para aktivis 98 pada acara rembuk Nasional yang dilaksanakan baru baru ini. Rembuk Nasional aktivis 98 yang dilaksanakan di gedung JI Expo Kemayoran,Sabtu (7/2018) dijawab secara gamblang oleh salah satu aktivis 98,Benny Rhamdani. Brani sapaan akrabnya Benny Rhamdani, mengatakan bahwa sikap politik mantan aktivis 98 yang dituangkan dalam rekomendasi atas dasar kesepakatan bersama dalam rembuk tersebut.

Menurut mereka sikap politik itu lahir karena Jokowi sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia mengakui eksistensi mantan aktivis 98.

“Jokowi adalah presiden pertama yang mengakui dan meng Apresiasi perjuangan aktivis 98.Jokowi juga,sependapat dan se arah juang dengan kami,dalam memerangi paham Radikalisme,kelompok Intoleransi dan Terorisme”,kata Brani.

Lanjutnya,Paham radikalisme,intoleran dan terorisme adalah bahaya laten dan sangat jelas mereka lakukan secara nyata. Karenanya, wajib untuk melawan paham-paham tersebut, baik perlawanan dilapangan maupun lewat jalur politik.

“Ini alasan kami mendukung beliau sebagai presiden berikutnya,” ucap mantan anggota DPRD Sulut ini.

Terpisah,Wahab Talaohu salah satu aktivis 98 asal Ambon saat bersua dengan awak media di Pena 98,Kemang Jakarta selatan menjelaskan juga perihal sikap mereka mendukung Joko widodo dalam perhelatan politik 2019 nanti.

“Kami selaku mantan aktivis 98 memposisikan diri mendukung Joko widodo tentu dengan pertimbangan yang objektif.Sebab,20 tahun pasca reformasi dengan silih bergantinya tampuk kekuasaab di negeri ini,baru Presiden ke-7 yang mengakui perjuangan 98.Bahkan,Joko Widodo juga sudah berjanji untuk sesegera mungkin membahas persoalan penyematan gelar pahlawan terhadap korban-korban tragedi 98 kala itu”,tegas Wahab.

Selanjutnya,perihal kritikan-kritikan publik terhadap sikap politik eks aktivis 98 di Rembuk Nasional yang dilaksanakan di JI Expo,menurut Wahab kritikan tersebut adalah hal yang wajar dan biasa terjadi dalam perjuangan.

“Wajar mereka meng kritik,karena pada saat rembuk mereka tidak hadir.Dan menurut kami,jika mereka tidak setuju maka itu juga hal yang wajar,karena masing-masing eks aktivis mempunyai persepsi yang beragam.Bahkan dari ribuan mantan aktivis 98 sudah ada juga yang berada di partai politik dan mungkin mereka punya calon sendiri dalam ajang pemilihan Presiden nanti.Jadi silahkan,kami tidak memaksa dan tentunya kita tetap saudara seperjuangan”,tutupnya.(prd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini