Beranda Berita Utama Aktivis dan Politisi ‘Desak’ Pelaku Penganiayaan di PT Conch di Deportasi

Aktivis dan Politisi ‘Desak’ Pelaku Penganiayaan di PT Conch di Deportasi

290
0

BOLMONG —Tindakan represif yang dilakukan salah satu pimpinan PT conch memantik perhatian dan kecaman dari kalangan aktivis dan politisi.

Kepada awak media DCnews,Siang tadi (2/11/2018) mantan aktivis PMII yang sekarang menjadi Politisi,Hamri Mokoagow mengatakan akan mengawal tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh mr lee terhadap salah satu warga Kelurahan Inobonto.

“Kami menghimbau atas nama rakyat dan peduli keadilan, serta penegakan hukum agar kasus ini dapat diproses secepatnya dan seadil-adilnya, tangkap Oknum Pelaku Mr. Lee”,ucap Hamri dengan nada keras.

Bukan hanya meminta untuk di adili,Aktivis pentolan UNG ini juga meminta agar mr lee angkat kaki dari Tanah Totabuan.

“Kami rakyat dan pemuda BMR siap mengawal juga terus memantau kasus ini, setelah oknum tersebut diadili, maka atas nama rakyat BMR kami meminta oknum tersebut angkat kaki dari Tanah Adat Bolaang Mongondow”,Pintanya.

Tidak hanya Hamri,Politisi Muda dari Partai Demokrat asal kelurahan Imandi Kecamatan Dumoga Timur,Fitri Kussoy Koagow juga menyesalkan tindakan represif yang dilakukan warga Asing terhadap anak pribumi asal Kelurahan Inobonto.

“Saya selaku warga asal Bolmong, tersinggung dengan tindakan se mena-mena yang dilakukan WNA terhadap anak Pribumi.Hal ini wajib untuk segera diselesaikan oleh pihak kepolisian agar nantinya tidak memicu konflik dan kebencian terhadap WNA yang ada di Tanah Adat kita ini,tegas caleg dari dapil 5 ini.

Diketehui penganiayaan tersebut dilakukan Mr. Lee pekerja asing, Kamis (25/10/2018) di kompleks pelabuhan dengan cara dibanting dan dipukul menggunakan pipa besi dibagian tubuh. Sebelumnya sempat ditarik di rambut korban yang seperti diketahui korban juga mengalami cacat fisik.(spr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini