Beranda Berita Utama Sangadi dan BPD Desa Wangga Baru Sakit Bersamaan Saat Jadwal Hearing di...

Sangadi dan BPD Desa Wangga Baru Sakit Bersamaan Saat Jadwal Hearing di DPR D Bolmong

791
0

BOLMONG– Laporan yang pernah dimasukkan warga Desa Wangga Baru, Kecamatan Dumoga Barat, berlanjut. Meski, proses tersebut sempat ‘panas’ gara-gara terjadi silang pendapat antara Mohamat Syahrudin Mokoagow(anggota legislatif dari Partai Keadilan) dengan Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling. Dimana Mat sapaan Amat, berpendapat bahwa sebelum dilakukan hearing atau dengar pendapat dengan pemerintah dan terlapor, persoalan Desa Wangga Baru, dibahas secara internal dulu.

“Harusnya ini dibahas internal dulu dalam komisi. Jangan dulu seperti ini,” ujar Amat, sebelum hearing dilakukan.

Menanggapi hal tersebut, Welty selaku ketua menyikapinya secara arif dan bijaksana. Dimana tanpa mengurangi rasa hormat, atas apa yang disampaikan rekannya tersebut. Welty mengatakan bahwa laporan yang masuk tersebut harus secepatnya ditindak lanjuti mengingat jangan sampai berakibat buruk dikemudian hari.

Meski hanya dihadiri unsur pemerintah yang diwakili asisten lll dan instansi terkait, tanpa dihadiri terlapor (sangadi dan perangkat). Rapat tersebut tetap dilaksanakan, dengan mendengar penyampaian koordinator masyarakat Wangga Baru yang sudah gerah dengan tindakan sangadi. Wahidin Potabuga, selaku koordinator menyampaikan beberapa point, sebagaimana yang termaktup dalam surat pelaporan.

Point point tersebut antara lain Kepala Desa Wangga Baru beserta dengan aparatnya diduga kuat melakukan pungli ke masyarakat dengan cara menagih uang sebesar Rp 20.000 ke setiap warga dalam program fogging.
Bukan hanya itu,dalam program bedah rumah pada medio 2015 aparat desa juga meminta uang sebesar Rp 90.000.

” Sangat banyak persoalan yang terjadi di desa kami,bahkan untuk sangsi adat saja,Pemerintah Desa tidak segan-segan mematok harga.Mulai daru Rp 1.500.000 hingga Rp 5.000.000″, beber Potabuga.

Mendengar aspirasi dari masyarakat desa wangga baru,Welti Komaling pun angkat bicara.

“Jika persoalan ini benar terjadi maka Kepala Desa Wangga Baru beserta dengan aparatnya pantas untuk diberikan sangsi sesuai dengan mekanisme pemerintahan,karena setau kami sangsinya bisa berupa teguran hingga ke pemecatan”,terang Welti.

Karena Kades,BPD dan aparat selaku terlapor belum hadir maka rencananya rapat dengar pendapat akan dijadwalkan lagi oleh sekretariat dewan.

“Jadwal berikut harus dihadirkan,” tegas Ketua.

Terpisah, Derek Ismail selaku Devisi Investigasi Nasional Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP) berharap Dewan Bolmong bisa menseriusi persoalan yang terjadi di desa wangga baru karena ada dugaan Kepala Desa beserta aparatnya telah dengan sengaja membuat kesenjangan ditengah-tengah masyarakatnya.

“Jika terbukti maka berikan sangsi yang berat agar tidak ada lagi Pemerintah Desa yang kumabal,tutup derek.(prd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini