Beranda Berita Utama Warga Tanoyan Minta Jadi WPR, Ini Kata Brani

Warga Tanoyan Minta Jadi WPR, Ini Kata Brani

266
0

BOLMONG– Kamis (7/2) tadi, Desa Tanoyan Barat Kecamatan Lolayan, mendadak ramai. Setelah ditelusuri ternyata keramaian tersebut ada kunjungan dari Komite 1 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Kedatangan rombongan Komite 1 DPD RI, yang dipimpin Benny Rhamdani disambut meria masyarakat sekitar desa tersebut. Kedatangan rombongan ini dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait keberadaan mata pencarian mereka sebagai penambang.

Dihadapan masyarakat penambang yang sedari siang menunggu,Benny Rhamdani menjelaskan bahwa Wilayah pertambangan di Blok Bakan bisa menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) asalkan memenuhi peraturan yang ada.

“Cita-cita penambang untuk menjadikan wilayah pertambangan menjadi WPR bisa terwujud,asalkan mekanismenya dipenuhi semisal seluruh masyarakat yang ada di desa tersebut menandatangani permohonan,kemudian di usulkan ke Pemerintah Daerah (Pemda),nantinya permohonan tersebut akan masuk ke Gubernur untuk dikaji dan ditindak lanjuti” jelas Brani sapaan akrab Benny.

Penjelasan Benny pun dibenarkan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Utata Ir Bach Adrianus Tinungki saat mewakili sambutan Gubernur Sulut,Olly Dondokambey.

“Betul apa yang dikatakan Benny,jadi penuhi persyaratannya asalkan aktifitas pertambangannya sudah sekira 15 Tahun.Batas wilayah untuk pertambangan pun hanya bisa sebesar 25 hektare,jelas Tinungki.

Diketahui,dalam kunjungan kerja DPR RI siang tadi, hadir juga tiga anggota DPD RI yang memiliki latar belakang aktivis. Antara lain Abdul Qodir Amir Hartono Senator asal Ace,Fachrul Razi,Senator Asal Jawa Timur Guston dan Senator asal Kalimantan Timur(Kaltim) Drs Mohammad Idris.(prd)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini