Beranda Berita Utama Sukron “Melawan” Anggap Fatwa MUI Salah Kamar

Sukron “Melawan” Anggap Fatwa MUI Salah Kamar

340
0

BOLMONG- Gerah dengan berbagai pemberitaan yang merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Utara. Sukron Mamonto, selaku pimpinan Laduna Ilma Nurul Insan (LINI), angkat bicara. Menurut calon anggota legislatif terpilih dari Partai Nasdem Bolmong ini, laporan yang disampaikan ke MUI adalah tidak benar.

“Apa yang dituduhkan oleh sebagian orang hingga lahirnya Fatwa MUI tidak berkesesuaian dengan praktek keseharian kami di LINI,MUI seharusnya kroscek langsung ke yayasan dan mintakan keterangan ke saya selaku pimpinan,biar jelas apa itu LINI,” jelas Mamonto.

Sukron juga menjelaskan sedikit lahirnya LINI. Dikatakannya LNI, lahir setelah dirinya keluar dari Ladduna Ilmi Indonesia.

“Pada medio 2010,Pimpinan kami Imam Awal mangkat (Meninggal dunia).Tanpa saya ketahui ke 13 murid Imam Awal kemudian merembuk dan membicarakan perihal pengganti Imam kami.Merujuk ke mandat Imam bahwa sesudah dia adalah saya maka mereka bersepakat untuk menunjuk saya sebagai Imam,ingat bukan saya yang mengaku Imam,” pintanya.

Lanjut, 2 tahun Sukron Mamonto memimpin yayasan yang saat itu masih bernama Ladduna Ilmi Indonesia,ke_13 Murid Imam Awal kemudian mencabut status Mamonto sebagai Imam karena di anggap telah melawan ajaran Ladduna.Sebab pada saat itu Sukron tidak mempercayai perihal mimpi-mimpi yang di anggap wahyu.

“Melalui mimpi-mimpi mereka saya sudah berbentuk binatang,karenanya dengan hasil diskusi ke_13 Murid Imam Awal status saya sebagai imam dicabut,sebab tidak lagi menjalankan ajaran sebagaimana petuah Imam Awal”,tegasnya.

Selanjutnya,ketika Sukron Mamonto tidak lagi berada di ladduna ilmi indonesia pada tahun 2012 karena mandatnya telah dicabut,maka pada tahun 2013 Mamonto kemudian mendirikan yayasan Ladduna Ilma Nurul Insan.Dan tentunya dalam praktek kesehariannya mereka tetap merujuk ke Alqur’an dan Hadits,sholat 5 waktu ,puasa ,dan dzakat.

“Jika ada yang bilang ajaran LINI tidak mengajurkan sholat,untuk apa mushallah saya bikin disamping rumah.Pun bila ada yang menuduh kami menambah Syahadat maka saya siap muhaballa dengan mereka,bahwa saya tidak pernah menambah dan mengurangi”,tutupnya.

Sakadar diketahui Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulut, telah mengeluarkan fatwa sebanyak 10 halaman tersebut yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum MUI Sulut KH Abdul Wahab Abdul Gafur Lc, Ketua Komisi Fatwa Drs KH Abdurrahman Latukau, dan Sekretaris Dr Evra Willya MAg, tertanggal 8 Agustus 2019 telah dengan resmi menyatakan bahwa LINI adalah aliran sesat. (prix)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini