Beranda Berita Utama Ratusan Penambang Tradisional Aksi di Mapolres Kotamobagu

Ratusan Penambang Tradisional Aksi di Mapolres Kotamobagu

372
0

KOTAMOBAGU — Buntut dari penangkapan Pihak Polres Kotamobagu terhadap salah satu warga Desa Tungoi Kecamatan Lolayan, pagi tadi (11/5) ratusan penambang tradisional yang menamakan diri Aliansi Penambang Rakyat (AMPERA) mendatangi Mapolres Kotamobagu yang terletak di jalan Paloko Kinalang.

Ratusan penambang ini ,datang ke Polres Kotamobagu sekira pukul 10.00 wita meminta agar GL alias Gusri dibebaskan karena proses penangkapan terkesan tebang pilih.

“Kalau memang pihak kepolisian serius memberantas pertambangan tanpa izin ( PETI ) maka tindak semua,bukan hanya pak gusri yang ditangkap.Karena kalau hanya GL yang ditangkap maka kami meminta keadilan agar dia dikeluarkan dari tahanan, teriak masa aksi.

Sementara Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati saat menemui perwakilan masa aksi mengatakan bahwa pihaknya tida pernah pandang bulu atau pilih kasih dalam penanganan kasus,namun proses penyidikan itu bertahap.

“Para  pelaku PETI yang lain bukan kami biarkan,tapi masih dalam proses penyidikan dan selesai itu kita tetapkan siapa-siapa yang akan kita tindak lanjuti,dan tentunya ini akan bertahap”,kata Prasetya.

Selanjutnya untuk masalah aksi yang dilakukan pihak yang menamakan diri penambang tradisional adalah hal yang wajar.

“Terkait aksi warga yang mempertanyakan perimbangan penahanan adalah hal yang wajar,karena mereka datang untuk mencari keadilan.Dan sudah kami jelaskan bagaimana proses penyidikannya beserta tahapan-tahapannya”,tegasnya.

Sekedar untuk diketahui bahwa GL resmi ditahan Polres kotamobagu,kemarin sore (10/5/2020) dengan nomor laporan :SP/KAP/93/V/2020/RESKRIM.

Gusri ditangkap dengan dugaan telah melakukan tindak pidana PENAMBANGAN TANPA IZIN (PETI) sebagaimana dimaksud dalam pasal 158 UU No.4 Tahun 2009 Tentang Mineral dan Batubara.//prd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini