Beranda Berita Utama Elektabilitas Petahana Terjun Bebas Jelang 9 Desember.Pasangan CEP-Sehan Kans Kuat Menangkan Pilgub

Elektabilitas Petahana Terjun Bebas Jelang 9 Desember.Pasangan CEP-Sehan Kans Kuat Menangkan Pilgub

765
0

DCnews — Dalam beberapa bulan terakhir ini di Tanah Nyiur Melambai kita merasakan perang urat syaraf, opini, adu argumentasi dan bahkan “adu kuat” dalam ajang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur antara pendukung Petahana  Olly Dondo Kambey-Steven Kandouw (OD-SK) dan pendukung Penantang Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dan Sehan Salim Landjar (SSL) atau ABOK alias Asal Bukan OD-SK.

Sesuatu yang lumrah dalam alam demokrasi, sepanjang berjalan dalam koridor aturan main dan fair. Sebagaimana dalam dunia olah raga, incumbent atau petahana cenderung lebih stres, gugup, emosionil, dan mudah panik.

Di sisi lain, Petahana  umumnya memiliki lebih banyak sumber daya termasuk fasilitas dan jaringan (kekuasaan) formal dan  non formal. Tetapi karena sering panik, kelebihan-kelebihan itu kadang justru digunakan secara non-produktif baik dalam bentuk pernyataan maupun tindakan. 

Misalnya, pernyataan bahwa mayoritas pemilih di Bumi Nyiur Melambai,masih menginginkan OD-SK padahal dari  hasil survei politik, bahkan bocoran dari lembaga survei independen yang di gunakan Parpol , menyimpulkan bahwa Elektabilitas OD-SK masih jauh dari aman,untuk terpilih lagi disebabkan janji-janji pasangan ini pada tahun 2015 tak kunjung terealiasasi.

Contoh lain adalah tindakan hukum yang sering dirasakan atau dianggap berat sebelah yang diam-diam sebenarnya justru merugikan Petahana sebab semakin mensolidkan sikap pendukung Penantang  yang akan diwujudkan nanti pada hari H dengan tidak akan  memilih  Petahana.

Sudah menjadi aturan yang baku bahwa untuk layak dimajukan lagi dan bisa unggul dalam pertarungan di pilkada ,seorang Petahana,”disyaratkan” memiliki dukungan atau Elektabilitas minimal 60% dengan perhitungan kalau ada penurunan dukungan sampai 10% masih memperoleh sisa 50% plus alias masih menang.Disisi lain bocoran dari lembaga survei internal beberapa Parpol Besar.Elektabilitas OD-SK masih di bawah 60% dan bahkan sudah dibawa pasangan CEP-Sehan selisih 3 digit.

Kembali lagi kalau mengacu pada persentase dalam survei,OD-SK sebagai Petahana masih jauh dari titik aman.Selayaknya dari bocoran-bocoran hasil survei tersebut baik Petahana dan Penantang dapat memanfaatkan,mengevaluasi dan memperbaiki celah-celah yang masih terbuka disana sini. Kalau kita mengacu karakter pemilih di Sulit,terkadang berbanding terbalik dengan hasil survei dari lembaga survei yang dijadikan tolak ukur internal beberapa parpol besar.

Jawabnya sederhana saja,kalau kita mengacu beberapa kasus Pilkada di beberapa Provinsi maupun beberapa Kabupaten/Kota di Indonesia hasil survei  Elektabilitas Petahana awalnya melejit melebihi batas aman hingga 70%,Namun pada saat pemilihan,hasil yang dicapai Petahana justru persentasenya jauh melorot,sehingga kemenangan yang diharapkan Petahana,sirna begitu saja.

Dari beberapa kasus Pilkada tersebut diambil kesimpulan bahwa hasil survei  Elektabilitas Petahana .yang cenderung tinggi, Tidak berbanding lurus dengan perolehan suara, dan itu sudah dibuktikan langsung  di beberapa Pilkada  di Indonesia ,Petahana Gubernur,Bupati dan Walikota  tumbang ,atau kalah telak saat melawan Penantang ,padahal saat survei Elektabilitas Penantang jauh di bawah Petahana. Artinya Elektabilitas  Petahana  yang tinggi bukan satu-satunya jalan mulus untuk melaju  mempertahankan kemenangan di Pilkada.

Seperti yang di utarakan Mantan Politisi PDI P,Jemmy Tjia ke awak media, Sabtu (30/10/2020).Bagi Jemmy,Dukungan Parpol  bukanlah satu- satunya dasar memperoleh kemenangan di Pilkada. Parpol hanyalah tiket pencalonan ke KPU. Artinya, dukungan resmi parpol boleh saja minimalis tetapi memperoleh kemenangan yang meyakinkan, dan sebaliknya yang besar dukungan parpolnya tetapi dikalahkan telak oleh pilihan rakyat. 

“Kemenangan dalam Pilkada sangat juga ditentukan bagaimana membangun issu- issu strategis di masyarakat pemilih. Issu yang di bangun terkadang sampai diluar batas kewajaran.bisa saja issu tersebut menyerempet aspek hukum,pemerintahan maupun yang langsung mengarah ke pribadi Petahana maupun Penantang”,ucap Jemmy.

Hal senada juga disampaikan mantan Ketua DPR Provinsi Sulut,Syachrial Damopolii.

Menurutnya, Inti dari semua ini adalah bagaimana Petahana maupun Penantang bisa mengambil hati rakyat  dan mengelola issu dengan cermat dan hati -hati.Jangan sampai issu yang di anggap sepele,justru issu tersebut yang menjadi batu sandungan bagi Petahana untuk  mempertahankan kekuasaannya ,atau bisa juga menjadi  sumber utama kekalahan bagi sang  Penantang.

“Jika pemilihan dilaksanakan hari ini,maka bisa dipastikan yang akan keluar sebagai pemenang adalah sang Penantang yaitu Pasangan CEP-Sehan.Itu artinya,sang penantang tinggal menjaga basis-basis suara yang sudah digarap agar tidak kemudian termakan isyu-isyu propaganda yang akan menurunkan elektabilitas Pasangan CEP-Sehan”,Pungkas Bogani in Totabuan.//prd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini