Beranda Peristiwa Harga Cengkeh di Masa OD-SK Anjlok,Tak se-Indah Kepemimpinan Sarundajang

Harga Cengkeh di Masa OD-SK Anjlok,Tak se-Indah Kepemimpinan Sarundajang

247
0

SULUT – Beberapa tahun belakangan ini harga cengkeh tidak setabil, malahan harga penurunannya sangat jauh dari impian petani, padahal petani berharap panen Cengkeh yang hanya setahun sekali ini bisa mengangkat per ekonomian mereka.

Persoalan harga dan tidak adanya solusi cerdas dari kepemimpinan OD-SK ini ,memantik perhatian para sarjanawan muda asal BMR.Salah satunya lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) Rinto Kha Paputungan.Ia merasa prihatin dengan Harga jual cengkeh saat ini ,yang jauh dari harapan Petani.

Menurutnya, Berdasarkan data atau informasi yang ia dapatkan dari salah satu petani cingkeh asal Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Rahmudin Paputungan , bahwa harga yang ada di pasaran hanya Rp.53.000,-/Kg (kering) atau Rp.9.000,-/liter (Basah) . Karenanya, Hal ini membuat Petani dan Buruh merasa dirugikan bahkan ada yang harus gagal panen.

“Alasan para petani gagal panen sebab, pekerja dan petani Cengkeh tidak mendapatkan kesepakatan pekerjaan bagi hasil (Bagi 2)”,ungkap Paputungan ke awak media.

Sementara lanjut Rinto, Pada Masa Gubernur Sinyo Hari Sarundajang (SHS) harga Cengkeh mencapat Rp 151.000/Kg (Kering) atau Rp 30.000/liter (Basah). Jauh sekali harganya pada masa kepemimpinan OD-SK.

“Harga cengkeh turun sejak tahun 2016 sampai 2020 sehingga membuat para petani dan buruh tani dirugikan.Padahal berdasarkan data harga cengkeh jaman Gubernur sebelumnya (SHS) pada tahun 2011 harga jual cengkeh kering Rp 135.000-/Kg Lalu tahun 2013 Rp 140.000-/Kg Pada tahun 2014 Rp 151.500-/Kg, dan tahun 2015 Rp 95.000 -/Kg. Sedangkan di masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gunernur OD-SK,harga cengkeh mengalami penurunan jauh dari harapan petani.Misalnya Tahun 2016 harga cengkeh kering Rp91.000-/Kg. Kemudian tahun 2018 Rp95.000-/Kg. Pada tahun 2019 Rp71.000-/Kg. Sedangkan di tahun 2020 harga cengkeh hanya bersandar pada Rp 53.000-/Kg”,jelasnya.

Selanjutnya, Rinto Kha Paputungan yang juga salah satu mahasiswa pasca sarjana ini , menawarkan solusi buat pemerintah Provinsi sulut yang nantinya akan terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2021-2026.

“Saya menawarkan solusi buat pemerintah yang akan nantinya akan terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur, agar bagamana Petani tidak perlu khawatir lagi terhadap persoalan hara jual Cengkeh.Karena saya telah membuka network (jaringan) di Jawa lewat beberapa teman dekat yang bekerja di PT.Intan Angkasa Pura dan PT.Djarum juga beberapa PT lainya terkait Pasar Cengkeh.Bahkan jika punya petani benar-benar serius menanam dan merawat Cengkeh ini dengan baik maka Gerbang EMAS (Gerakan Membangun Ekonomi Masyarakat) bisa terwujud terutama menjadikan Sulut sebagai Pusat Pangan Nasional sesuai Potensi Daerah yaitu (Kelapa-Cengkeh-Pisang)”,pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini