Beranda Berita Utama Mendiang Raja Loloda Mokoagow Dilecehkan, CEP : Sutradara Tidak Menguasai Sejarah Secara...

Mendiang Raja Loloda Mokoagow Dilecehkan, CEP : Sutradara Tidak Menguasai Sejarah Secara Utuh

542
0

DCnews — Pentas seni yang menampilkan sejumlah adegan kontroversi, dimana dalam pentas tersebut menggambarkan kepala sosok yang di identikan sebagai leluhur Mongondow yakni Raja Loloda Mokoagow ditanggapi Bupati Minahasa Selatan (Minsel) yang juga Calon Gubernur (Cagub) Sulawesi Utara (Sulut) ,Christiany Eugenia Paruntu (CEP).

Menurutnya,pergelaran teater Pingkan Matindas dengan judul “Cahaya Bidadari Minahasa” yang dipentaskan Institut Seni Budaya Independen Manado (ISBIMA), jauh dari substansi sejarah.Pasalnya sutradara teater tidak menguasai sejarah secara utuh sehingga pesannya terkesan fiksi.

“Seni itu wajib di apresiasi,tapi bilamana pesannya untuk menggali sejarah maka sutradaranya wajib memahami sejarah Bolmong secara utuh dan kompherensif”,ucap CEP,selasa (11/2020).

CEP juga meminta kepada pihak yang terlibat dalam pagelaran seni teater Pingkan Matindas untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat BMR.

“Pentas seni tersebut menuai kecaman suku mongondow yang ada di BMR,maka untuk Sutradara baiknya meminta maaf secara terbuka agar luka yang dirasakan anak-anak mongondow sedikit terobati”,Pesannya.

Selanjutnya, CEP meminta agar warga BMR untuk tidak gampang terprovokasi, dan menyerahkan sepenuhnya kepada penegak Hukum.

“Saya putri berdarah minahasa,tapi ketika melihat pergelaran teater yang berdurasi 5 jam tersebut,hati saya menggelitik sebab tak ada nilai yang saya lihat.Olehnya saya meminta kepada seluruh masyarakat BMR yang hari ini lagi terluka dan marah, agar tidak gampang ter profokasi sebab persoalan ini kemungkinan akan ditindak lanjuti ke ranah hukum oleh tokoh-tokoh adat BMR ”,pungkasnya.//prd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini