Beranda Berita Utama Wah ! Cagub-Cawagub Nomor Urut 3, Sebut Hasil Cingkeh ,“Bukan Lagi” Komoditi...

Wah ! Cagub-Cawagub Nomor Urut 3, Sebut Hasil Cingkeh ,“Bukan Lagi” Komoditi Unggulan

218
0

SULUT — Sudah jatuh tertimpa tangga pula,mungkin ini peribahasa yang cocok untuk para petani cingkeh di Sulawesi utara (Sulut).Disaat harga pertanian cingkeh semakin anjlok,bukannya memberikan solusi ekh malah meminta agar mengganti produk unggulan.

Ini yang terjadi saat debat publik/kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi ,di Balroom Hotel mercure . Kandidat nomor urut tiga (3),Olly Dondo Kambey-Steven Kandouw (OD-SK) saat menjawab pertanyaan dari paslon nomor urut dua (2) Vonny Anneke Panambunan-Herry Runtuwene (VAP-HR) dengan tegas mengatakan bahwa sektor pertanian terutama cingkeh bukan lagi menjadi komoditi unggulan di Sulut.

“produk pertanian yaitu cingkeh bukan lagi menjadi komoditi unggulan,karena Sulut sudah berada di urutan ke-8.Sedangkan unggulan pertama adalah jawa timur”,kata OD menjawab pertanyaan paslon nomor urut 2,VAP-HR,Rabu (11/11/2020).

Alasan paslon OD-SK mengatakn bahwa cingkeh bukan lagi menjadi komoditi unggulan di Sulut karena, produksi cingkeh di tahun 2020 hanya mencapai 28.000 ton,sehingga hasil cingkeh tidak bisa lagi mendorong PDRB sulut.

“Ini karena kebanyakan petani cingkeh pada saat itu memotong pohon cingkeh karena hadirnya kartel, olehnya dalam rangka bagaiamana mendongkrak harga cingkeh maka kita harus meminta kepada pemerintah untuk menutup pasar bebas,sebab perdagangan cingkeh ini sudah menjadi permintaan WTO,dan cingkeh sudah menjadi perdagangan internasional makanya semua cingkeh di dunia bisa masuk ke indonesia,tidak seperti dulu lagi dimana cingkeh di proteksi,karena masih menjadi produk terbesar”, tegasnya.

Jawaban Cagub-Cawagub nomor urut 3 yang diketahui sebagai petahana ini,ditanggapi serius oleh salah satu pemerhati ekonomi Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang juga Ketua DPW LSM LP2KP Sulut,Rolandhy Thalib Mokoagow.

Ia mengatakan bahwa apa yang disampaikan Paslon OD-SK sangat jauh dari pokok masalah dan bahkan pernyataan yang tidak solutif.

Seharusnya kata Olan,paslon OD-SK bisa memberikan semangat kepada para petani cingkeh dengan mendistribusikan bibit cingkeh ke seluruh pelosok Sulut.Bibit tersebut dalam rangka peremajaan dan juga penambahan pohon sehingga hasil petani cingkeh bisa meningkat,bukan malah melemahkan hati para petani dengan memberikan solusi yang tidak tepat dimana petani diminta beralih ke produk pertanian yang lain.

“Mungkin Paslon OD-SK lupa bahwa ada Empat (4) negara di luar negeri yang meminati komoditas unggulan Sulawesi Utara yakni cengkih,  terlihat dari permintaan yang terus berdatangan pada periode pertama kepemimpinan OD-SK,karenanya kedengaran aneh bilamana Paslon yan juga petahana meminta petani cingkeh untuk beralih ke produk pertanian yang lain”,jelas Olland.

Selanjutnya,Olland juga menjelaskan bahwa  Kepala Bidang perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut T Hasudungan Siregar di Manado, pernah menjelaskan bahwa pada triwulan III/2015 komoditas cengkih dan turunannya diekspor ke empat negara yakni Belanda, Jepang,Vietnam dan Argentina.

“komoditas cengkih dan turunannya yang diekspor ke empat negara tersebut sebanyak 23,9 ton dan mampu menghasilkan devisa bagi negara sebesar US$151.125.Jadi sangat tidak rasional bilamana seorang Paslon Gubernur apalagi Petahana yang pernah memimpin Sulut 5 Tahun , tidak bisa memberikan solusi terbaik bagi petani cingkeh dalam rangka mendongkrak harga demi kesejahteraan mereka”,pungkasnya.//prd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini