Beranda Boltim DPO Mabes Polri Aniaya Mantan Bupati Boltim

DPO Mabes Polri Aniaya Mantan Bupati Boltim

170
0

BOLTIM — Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak artinya kehidupan didepan kita adalah rahasia Allah, untung maupun malang sering datang tiba-tiba tanpa disangka.Hari ini anda bergelimang harta belum tentu besok akan berlaku sama.Mungkin itulah pribahasa yang cocok untuk pelaku penganiayaan terhadap mantan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim),Sehan Salim Landjar (SSL).

Mantan bupati Boltim ini,dianiaya oleh mafia tambang atau pengusaha tambang ilegal berinisal AK alias Ali Kenter.Menariknya penganiayaan itu terjadi di hadapan Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid SIK. Kejadian berlangsung pada Kamis malam, sekira pukul 12.30 WITA di kediaman AK di Kelurahan Tumubui, Kota Kotamobagu.

Akibat penganiayaan yang dilakukan AK,korban Sehan dilarikan ke Rumah Sakit Monompia dengan luka gigitan di bagian hidung.

SSL kepada DCnews menuturkan ,sebelum kejadian penganiayaan ,dirinya sempat memberitahukan kepada Kapolres Irham, agar dirinya perlu ada pendampingan karena dalam proses pembicaraan dengan AK. Pembicaran tersebut berlangsung alot dan dia merasa terancam.

Sehan mengatakan, upaya perlindungan kepada Kapolres Irham disampaikan melalui WhatsApp. Anehnya, keluhan itu sempat ditolak oleh mantan Kapolres Boltim tersebut dengan alasan merasa kurang sehat.

Secara terpisah,salah satu pemerhati kinerja kepolisian,Hendra Jakob sangat menyesalkan aksi premanisme yang dilakukan AK dihadapan orang nomor satu di kepolisian Kota Kotamobagu.

“Jika tindak premanisme ini benar dilakukan dihadapan Kapolres kemudian dia hanya membiarkannya maka akan menjadi presenden buruk bagi citra institusi kepolisian khususnya Polres Kotamobagu”,ucap Hendra.

Lanjut Hendra,sebagai pengayom masyarakat apalagi status sebagai orang nomor satu di Polres Kotamobagu,dia harus mencegah cara yang tidak senonoh apalagi sifatnya tindak pidana.

“Ali Kenter itu kan DPO mabes Polri,kemudian dengan semena-mena melakukan tindak kekerasan dihadapan kapolres,kenapa kemudian dibiarkan.Kalau sampai terbukti terjadi pembiaran maka kami meminta Kapolda Sulut untuk bisa meng-Evaluasi Kapolres Kotamobagu”,tegasnya.//prd

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini