Beranda Berita Utama Dituduh Menipu,Ini Tanggapan Kepala Puskesmas Molibagu

Dituduh Menipu,Ini Tanggapan Kepala Puskesmas Molibagu

619
0

BOLSEL-DCnews_ Kasus dugaan penipuan terhadap beberapa Honorer kategori dua di Bolaang Mongondow Selatan yang saat ini sudah berada di meja kepolisian,akhirnya ditanggapi oleh Mona alias MM, oknum Kepala Puskesmas (KAPUS) Molibagu.

Menurut MM,tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk melakukan hal seperti itu.Karena dia (Mona red) tidak punya wewenang,sebab pada Tahun 2014 dia hanya staf .”Kita bukan kaban BKD atau Kabid yang mempunyai power untuk meluluskan mereka menjadi PNS,kenapa kita yang dilaporkan ke Mapolres ?’’, tanya MM.

Bahkan kata MM,dirinya sempat kaget dengan pemberitaan di beberapa media bahwa dia telah dilaporkan dengan tuduhan penipuan.”kwitansi yang sempat di aploud dalam pemberitaan di beberapa media tidak ada tanda tangan saya,namun jika persoalan ini sudah masuk ke ranah hukum,maka selaku warga negara yang taat terhadap hukum,saya akan menghadapinya dengan mengikuti proses-proses yang di atur dalam per-Udang-undangan’’,Kata MM.
Lanjutnya,jika dikemudian hari laporan mereka yang sudah sempat diberitakan di media online tidak terbukti maka dia (MM red) akan balik melaporkan dengan alasan pencemaran nama baik.

“Mohon maaf karena baru bisa memberikan hak jawab karena saat sekarang saya lagi berada di Jakarta,saya curiga motif laporan ini adalah pembunuhan karakter terhadap saya”,tegas MM.
Terpisah,Herni alias HM selaku pelapor mengatakan bahwa apa yaang telah dilaporkan ke Polres Bolmong sangat jelas karena bukti-bukti keterlibatan MM ada tangan mereka.

‘’Bukti kwitansi,transferan dan tanda tangan MM semuanya sudah dikantongi oleh kami dan sekarang berada di penyidik Polres Bolmong.Jika kemudian MM membantah bahwa dia tidak terlibat maka silahkan buktikan di Pengadilan”,tegasnya.

Diketahui,persoalan dugaan penipuan terhadap beberapa honorer di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) sudah dilaporkan ke pihak berwajib dan saat ini sementara berproses.

MM diduga melakukan penipuan bersama dengan dua orang terdekatnya dengan menjanjikan akan diluluskan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini